skip to Main Content

Kepuasan Pengguna Lulusan (User)

Ukuran lain yang digunakan untuk mengukur kinerja lulusan adalah hasil penilaian pihak pengguna lulusan (user) yang dilakukan melalui “survey kepuasan pengguna lulusan”. Indicator ini mungkin lebih realistis dibandingkan dengan indicator “ukuran atau skala instansi/perusahaan” tempat kerja lulusan. Dalam survei ini, kepuasan pengguna dimaksudkan kepuasan pengguna terhadap kinerja atau kompetensi lulusan. Namun harus diakui pelaksanaannya agak sulit karena sebagian besar alumni terjangkiti ewuh-pakewuh syndrome bila kinerjanya dinilai oleh atasannya dan kemudian disampaikan kepada pihak fakultas. Begitu pula ketika format penilaian disampaikan langsung ke pihak pengguna, juga responnya kurang suportif. Hal ini diduga karena penilaian kinerja lulusan ini tidak memberikan benefit secara langsung kepada pihak pengguna. Terbukti dari jumlah lulusan pada periode 2018-19 sd 2020-21 yang jumlahnya 38 orang, hanya 18 orang  (respons rate 47.4%) yang mengisi/mengembalikan angket.

Indikator kepuasan penguna dikembangkan berdasarkan kombinasi instrument yang dikembangkan oleh BAN-PT (no 1-7) plus 10 indikator (no 8-17) yang diadaptasi dari konsep Top Ten Skills in 2020 seperti yang dirumuskan oleh World Economic Forum (World Economic Report, 2020). Dengan demikian proses pengukurannya dilakukan dalam 2 tahap, yaitu pertama menggunakan versi BAN-PT, dan yang kedua menggunakan versi BAN-PT plus.

Keterangan: 1-7 versi BAN-PT; 8-17 versi Top Ten Skills in 2020

Bila diukur dengan kriteria BAN-PT, secara keseluruhan kinerja lulusan FE-UNINUS dinilai telah memenuhi harapan pengguna, yaitu sekira 99.2 persen lulusan dinilai sangat baik dan baik oleh pihak penggunanya. Indikator kinerja yang dinilai paling memuaskan pihak pengguna yaitu terkait dengan kompetensi integritas, keterampilan berkomunikasi dan kerjasama tim.  Kepuasan pengguna terhadap integritas lulusan merupakan salah satu perwujudan Visi UNINUS, yaitu melahirkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi akademik serta integritas pribadi yang dilandasi oleh nilai-nilai ke-Islaman. Begitu pula dengan kepuasan pengguna terhadap kompetensi lulusan dalam aspek berkomunikasi, juga sejalan dengan Visi FIKOM-UNINUS yaitu berkomitmen tinggi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang komunikasi.

Walapun hanya 5.56% pengguna yang merasa “cukup puas”, kemampuan berbahasa Inggris lulusan berada pada posisi terendah dibandingkan dengan kompetensi lainnya. Kecenderungan ini mengindikasikan bahwa mata kuliah Bahasa Inggris yang disisipkan dalam kurikulum kurang mendukung terhadap pembentukan kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Inggris. Untuk mengatasinya, diperlukan studi yang mendalam untuk memetakan secara pasti dimana letak kekurangan kemampuan lulusan tersebut.

Melengkapi pengukuran kompetensi lulusan yang diajukan oleh BAN-PT, FIKOM-UNINUS mengembangkan ukuran lain dengan menambahkan 10 indikator yang merujuk pada konsep Top Ten Skills in 2020 (World Economic Report, 2020). Hasilnya menunjukkan bahwa indicator: integritas, keterampilan berkomunikasi, kerjasama tim, bertanggungjawab dan inisiatif & kreativitas kerja dipersepsikan oleh pihak pengguna sebagai kompetensi lulusan yang dinilai paling tinggi (valuable).

Masih menggunakan versi BAN-PT Plus, namun dengan pendekatan pengukuran relative, diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan pihak pengguna menilai kompetensi lulusan tergolong pada kategori “sangat baik” atau berarti pihak pengguna merasa “sangat puas” karena skor kepuasannya (0.81) berada pada rentang skor 0.75 – 1.00.

the initial financial investment valuation belongs to the benefits associated with watchesreplicabest.com for sale. graceful https://gradewatches.to hot sale. exquisite craftsmanship is the core value of best fdc.to. noobfactory.to for sale is constantly led by superior quality. rigorous demands include the traits involving https://www.alexandermcqueen.to/ for sale. luxury wholesale philipp plein effortless to perform and uncomplicated to go through.
Back To Top